Skip to main content

Boleh Tidak Scaling Gigi Saat Puasa? Ini Penjelasan Medis dan Solusinya

Bulan Ramadan sering membuat banyak orang menunda perawatan kesehatan, termasuk perawatan gigi. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah: bolehkah melakukan scaling gigi saat puasa?

Tidak sedikit orang khawatir bahwa tindakan dokter gigi seperti pembersihan karang gigi dapat membatalkan puasa. Akibatnya, banyak pasien memilih menunda pemeriksaan hingga setelah Ramadan. Padahal, menunda perawatan gigi dapat membuat kondisi kesehatan mulut semakin memburuk.

Artikel ini akan membahas secara lengkap apakah scaling gigi saat puasa diperbolehkan, bagaimana penjelasan medisnya, serta mengapa pemeriksaan gigi tetap penting dilakukan selama Ramadan.

Apa Itu Scaling Gigi?

Scaling gigi adalah prosedur medis untuk membersihkan karang gigi (dental calculus) yang menempel pada permukaan gigi dan di sekitar garis gusi. Karang gigi terbentuk dari plak yang mengeras dan tidak dapat dihilangkan hanya dengan menyikat gigi biasa.

Menurut American Dental Association, plak yang tidak dibersihkan dapat mengeras menjadi karang gigi dan meningkatkan risiko penyakit gusi, kerusakan jaringan penyangga gigi, bahkan kehilangan gigi jika tidak ditangani dengan baik.

Prosedur scaling biasanya dilakukan menggunakan alat ultrasonik yang menghasilkan getaran dan semprotan air untuk melepaskan karang gigi dari permukaan gigi.

Apakah Scaling Gigi Saat Puasa Membatalkan Puasa?

Secara umum, scaling gigi tidak membatalkan puasa.

Berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang tindakan kedokteran gigi, scaling gigi termasuk prosedur medis yang diperbolehkan selama puasa, selama tidak ada cairan yang sengaja tertelan.

Selama prosedur scaling dilakukan, dokter gigi biasanya menggunakan alat suction (penyedot) yang berfungsi untuk menyedot air, air liur, dan sisa karang gigi agar tidak masuk ke tenggorokan. Hal ini membuat risiko menelan cairan menjadi sangat kecil.

Dengan kata lain, selama prosedur dilakukan secara hati-hati oleh tenaga medis profesional, puasa tetap sah dan tidak batal.

Mengapa Banyak Orang Menunda Perawatan Gigi Saat Ramadan?

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Cakradonya Dental Journal menunjukkan bahwa banyak masyarakat memiliki persepsi bahwa perawatan gigi selama puasa dapat membatalkan ibadah, sehingga mereka memilih menunda kunjungan ke dokter gigi.

Padahal, menunda perawatan gigi dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti:

  • Penumpukan karang gigi
  • Radang gusi (gingivitis)
  • Bau mulut saat puasa
  • Risiko penyakit periodontal
  • Kerusakan jaringan pendukung gigi

Masalah tersebut justru bisa semakin mengganggu kenyamanan selama menjalankan ibadah puasa.

Risiko Jika Karang Gigi Tidak Dibersihkan

Karang gigi yang tidak dibersihkan dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan mulut, antara lain:

1. Bau Mulut Saat Puasa

Saat puasa, produksi air liur menurun sehingga bakteri lebih mudah berkembang di rongga mulut.

2. Radang Gusi

Karang gigi yang menumpuk dapat memicu gingivitis, yaitu peradangan pada jaringan gusi.

3. Penyakit Periodontal

Jika tidak ditangani, peradangan gusi dapat berkembang menjadi periodontitis, yang berisiko merusak jaringan penyangga gigi.

4. Gigi Menjadi Goyang

Infeksi pada jaringan penyangga gigi dapat menyebabkan kerusakan tulang dan akhirnya kehilangan gigi.

Karena itu, dokter gigi umumnya menyarankan scaling gigi secara rutin setiap 6 bulan sekali untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Waktu Terbaik Melakukan Scaling Saat Ramadan

Scaling sebenarnya bisa dilakukan kapan saja selama Ramadan. Namun untuk kenyamanan pasien, beberapa orang memilih:

  • Setelah berbuka puasa
  • Pada pagi hari saat kondisi tubuh masih segar
  • Menjelang sore hari agar lebih nyaman setelah tindakan

Yang terpenting adalah memastikan prosedur dilakukan oleh dokter gigi profesional agar prosesnya aman dan minim risiko.

Kenapa Jangan Menunda Scaling Terlalu Lama?

Menunda scaling hanya karena takut puasa batal dapat membuat masalah gigi semakin serius. Karang gigi yang terus menumpuk bisa menyebabkan peradangan gusi hingga infeksi yang memerlukan perawatan lebih kompleks.

Selain itu, bau mulut yang muncul akibat bakteri dan karang gigi juga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari selama Ramadan, termasuk saat bekerja atau berinteraksi dengan orang lain.

Solusi Perawatan Gigi Aman Selama Puasa di Medizen Clinic

Jika Anda masih ragu melakukan scaling saat puasa, langkah terbaik adalah melakukan konsultasi dengan dokter gigi terlebih dahulu.

Di Medizen Clinic, Anda bisa mendapatkan berbagai layanan kesehatan gigi yang aman dan nyaman, seperti:

  • Dental Check-Up
  • Scaling / pembersihan karang gigi
  • Konsultasi kesehatan gigi
  • Perawatan gusi dan gigi berlubang

Dokter gigi di Medizen Clinic akan membantu mengevaluasi kondisi gigi Anda dan memberikan rekomendasi perawatan yang paling sesuai.

Jangan menunggu sampai karang gigi menyebabkan gusi berdarah atau infeksi serius. Pemeriksaan gigi sejak dini dapat membantu mencegah masalah yang lebih besar dan menjaga kenyamanan selama menjalankan ibadah puasa.

Kesimpulan

Scaling gigi saat puasa tidak membatalkan puasa, selama prosedur dilakukan dengan hati-hati dan tidak ada cairan yang sengaja tertelan. Perawatan ini justru penting untuk menjaga kesehatan mulut dan mencegah berbagai masalah seperti bau mulut, radang gusi, hingga penyakit periodontal.

Menunda perawatan gigi hanya karena khawatir puasa batal dapat memperburuk kondisi kesehatan mulut. Oleh karena itu, melakukan dental check dan scaling secara rutin tetap dianjurkan, bahkan selama Ramadan.

Jika Anda ingin memastikan kondisi gigi tetap sehat selama berpuasa, segera lakukan pemeriksaan gigi di Medizen Clinic dan dapatkan penanganan profesional dari dokter gigi terpercaya.

Referensi

  1. Stefanac, S. J., & Nesbit, S. P. (2023). Diagnosis and Treatment Planning in Dentistry-E-Book: Diagnosis and Treatment Planning in Dentistry-E-Book. Elsevier Health Sciences.
  2. Mayo, D. (2026). Racial Disparities Among Pregnant Women of Color and Their High Risk for Developing Periodontal Disease. Pacific Journal of Health, 9(1), 6.
  3. Majelis Ulama Indonesia. Fatwa No. 250/E/MUI-KB/V/2018 tentang tindakan kedokteran gigi saat puasa.
  4. Abdat, M. (2022). Kemauan Melakukan Perawatan Gigi Selama Bulan Puasa Ramadan Berdasarkan Persepsi Pasien. Cakradonya Dental Journal.
drg. Irene Kusumo

Lulus dari Universitas Trisakti, drg. Irene Kusumo memberikan perspektif inovatif dalam perawatan gigi. drg. Irene fokus pada pasien, dan berupaya menciptakan lingkungan di mana pasien dapat merasa nyaman, aman, dan tenteram. Dia sangat memperhatikan detail dan memberikan pasiennya senyuman yang layak mereka dapatkan!