Skip to main content

Kisah Gen Z Surabaya Tak Sadar Kena Diabetes: Gula Darah 356 mg/dL dan HbA1c 11,5% Hingga Koma

Kasus seorang Gen Z asal Surabaya yang mengalami koma dan harus dirawat di ICU akibat diabetes menjadi pengingat serius bahwa penyakit ini tidak lagi identik dengan usia lanjut. Dalam kasus tersebut, pasien diketahui memiliki kadar gula darah mencapai 356 mg/dL serta HbA1c sebesar 11,5%, angka yang menunjukkan kondisi hiperglikemia berat dan tidak terkontrol dalam waktu lama.

Fenomena ini membuka mata bahwa diabetes dapat berkembang secara perlahan tanpa disadari, bahkan pada usia muda dan pada individu yang merasa dirinya sehat.

Diabetes Mellitus dan Makna Angka Gula Darah Tinggi

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Kondisi hiperglikemia yang berlangsung lama dapat merusak berbagai organ tubuh, termasuk ginjal, saraf, mata, dan sistem kardiovaskular.

Pemeriksaan HbA1c digunakan untuk menilai rata-rata kadar gula darah dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan terakhir. Nilai HbA1c normal berada di bawah 5,7%, sedangkan nilai 6,5% atau lebih sudah memenuhi kriteria diagnosis diabetes. HbA1c sebesar 11,5% menunjukkan bahwa kadar gula darah telah berada pada tingkat yang sangat berbahaya dalam waktu yang tidak singkat.

Mengapa Diabetes Sering Tidak Disadari pada Usia Muda

Diabetes sering disebut sebagai silent disease karena gejalanya dapat muncul secara samar dan tidak spesifik pada tahap awal. Rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, mudah lelah, dan penurunan berat badan kerap dianggap sebagai akibat stres, kurang tidur, atau kelelahan kerja.

Pada kelompok usia muda, rendahnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin menyebabkan diabetes sering terdiagnosis terlambat. Banyak pasien baru mengetahui kondisi diabetesnya ketika sudah terjadi komplikasi akut seperti ketoasidosis diabetik atau krisis hiperglikemik yang dapat berujung pada penurunan kesadaran hingga koma.

Risiko Komplikasi Berat Akibat Diabetes Tidak Terkontrol

Hiperglikemia berat dapat menyebabkan gangguan metabolik serius yang memerlukan perawatan intensif. Selain koma, diabetes yang tidak terkontrol juga meningkatkan risiko gagal ginjal, penyakit jantung, stroke, neuropati, dan gangguan penglihatan permanen.

Bukti ilmiah menunjukkan bahwa keterlambatan diagnosis diabetes berhubungan erat dengan meningkatnya angka komplikasi dan mortalitas. Oleh karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan laboratorium memiliki peran yang sangat krusial.

Urgensi Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Kasus Gen Z Surabaya ini menegaskan bahwa menunggu gejala muncul bukanlah strategi yang aman. Pemeriksaan gula darah dan HbA1c secara rutin merupakan langkah paling efektif untuk mendeteksi gangguan metabolik sejak dini, bahkan sebelum keluhan muncul.

Skrining rutin terbukti mampu mempercepat diagnosis diabetes dan memungkinkan intervensi lebih awal, sehingga risiko komplikasi berat dapat ditekan secara signifikan.

Medizen Clinic menyediakan layanan pemeriksaan laboratorium yang komprehensif untuk deteksi dini diabetes dan gangguan metabolik lainnya. Layanan yang tersedia mencakup pemeriksaan gula darah puasa, gula darah sewaktu, dan HbA1c yang dilakukan dengan standar medis yang akurat.

Melalui pemeriksaan rutin di Medizen Clinic, pasien dapat memantau kondisi kesehatannya secara berkala, memperoleh hasil yang terpercaya, serta mendapatkan rekomendasi tindak lanjut yang tepat sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Deteksi dini bukan hanya soal mengetahui angka, tetapi tentang mencegah kondisi darurat yang mengancam nyawa.

Kesimpulan

Kasus diabetes pada Gen Z Surabaya yang berujung koma di ICU menjadi bukti nyata bahwa diabetes tidak memandang usia. Penyakit ini dapat berkembang diam-diam dan baru terdeteksi ketika sudah berada pada tahap berbahaya.

Pemeriksaan kesehatan rutin, khususnya cek gula darah dan HbA1c, merupakan langkah sederhana namun krusial untuk melindungi diri dari risiko komplikasi serius. Medizen Clinic hadir sebagai solusi preventif bagi masyarakat yang ingin menjaga kesehatannya sejak dini.

Referensi 

  1. World Health Organization. Definition and diagnosis of diabetes mellitus and intermediate hyperglycemia. Geneva: WHO Press; 2006.
  2. American Diabetes Association. Standards of Medical Care in Diabetes. Diabetes Care. 2023;46(Suppl 1):S1–S291.
  3. Sherwani SI, Khan HA, Ekhzaimy A, Masood A, Sakharkar MK. Significance of HbA1c test in diagnosis and prognosis of diabetic patients. Biomarker Insights. 2016;11:95–104.
  4. Saeedi P, Petersohn I, Salpea P, et al. Global and regional diabetes prevalence estimates. Diabetes Research and Clinical Practice. 2019;157:107843.
  5. Kitabchi AE, Umpierrez GE, Miles JM, Fisher JN. Hyperglycemic crises in adult patients with diabetes. Diabetes Care. 2009;32(7):1335–1343.
  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pengendalian dan pencegahan diabetes melitus. Jakarta: Kemenkes RI; 2020.
dr. Bryan John Junior

Graduated from Atma Jaya University, Dr. Bryan is known as a detail-oriented doctor who is dedicated fully to his patients.He consistently offers positive, lasting outcomes to her patients by recognizing their conditions and adapting treatments to their individualized needs.