Skip to main content

Seorang Wanita Dilarikan ke Rumah Sakit Usai 2 Tahun Tahan Kentut demi Pacar

REAL atau HOAX? Tinjauan dari Sudut Pandang Kesehatan

Cerita tentang seorang wanita yang dikabarkan dilarikan ke rumah sakit setelah menahan kentut selama dua tahun demi pacarnya viral di media sosial. Judulnya terdengar ekstrem, unik, dan memancing rasa penasaran. Namun, di tengah derasnya arus informasi digital, penting untuk membedakan mana fakta medis dan mana cerita sensasional. Artikel ini akan membahas apakah klaim tersebut benar secara ilmiah serta menjelaskan kondisi kesehatan apa yang sebenarnya relevan dengan kebiasaan menahan gas.

REAL atau HOAX? Menelaah Fakta Medis

Dari sudut pandang medis, klaim bahwa seseorang harus dilarikan ke rumah sakit semata-mata karena menahan kentut selama bertahun-tahun tergolong tidak benar. Hingga saat ini, tidak terdapat laporan kasus klinis maupun publikasi jurnal medis yang mendokumentasikan kejadian tersebut secara ilmiah.

Cerita yang beredar lebih tepat dikategorikan sebagai hoaks atau konten sensasional yang dibesar-besarkan. Meski demikian, hal ini tidak berarti bahwa keluhan terkait gas berlebih dan perut kembung boleh diabaikan begitu saja.

Apa yang Terjadi di Dalam Tubuh Saat Menahan Kentut

Gas di dalam saluran cerna merupakan hasil normal dari proses pencernaan. Gas terbentuk ketika bakteri usus memfermentasi sisa makanan, terutama karbohidrat dan serat yang tidak tercerna sempurna.

Dalam kondisi normal, tubuh akan mengeluarkan gas tersebut melalui sendawa atau kentut. Rata-rata orang dewasa dapat mengeluarkan gas antara delapan hingga dua puluh kali per hari dan hal ini dianggap normal.

Ketika gas ditahan, beberapa hal dapat terjadi

  • Gas menumpuk di usus dan menyebabkan rasa penuh atau kembung
  • Tekanan di dalam perut meningkat sehingga memicu rasa tidak nyaman atau nyeri ringan
  • Sebagian gas dapat diserap kembali oleh aliran darah dan dikeluarkan melalui pernapasan

Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan tidak menyebabkan kegawatdaruratan medis. Namun, bila terjadi berulang dan disertai gejala lain, hal tersebut perlu diwaspadai.

Kondisi Kesehatan yang Lebih Relevan

Keluhan perut kembung, gas berlebih, atau rasa tidak nyaman setelah makan sering kali bukan disebabkan oleh kebiasaan menahan kentut, melainkan oleh kondisi medis tertentu.

Beberapa kondisi yang umum terkait antara lain

  • Irritable Bowel Syndrome (IBS)
  • Intoleransi laktosa atau intoleransi makanan lainnya
  • Gangguan motilitas usus
  • Ketidakseimbangan bakteri usus atau disbiosis

Penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan IBS memiliki kecenderungan retensi gas yang lebih tinggi serta sensitivitas usus yang meningkat, sehingga gas normal pun dapat menimbulkan rasa nyeri atau kembung yang signifikan.

Dengan kata lain, masalah utamanya bukan pada “menahan kentut”, melainkan pada gangguan pencernaan yang tidak terdiagnosis.

Mengapa Pemeriksaan Kesehatan Menjadi Penting

Walaupun cerita viral tersebut tergolong hoaks, keluhan pencernaan yang muncul terus-menerus adalah sinyal tubuh yang tidak boleh diabaikan. Perut kembung berkepanjangan, nyeri perut berulang, perubahan pola buang air besar, atau rasa tidak nyaman setelah makan dapat menurunkan kualitas hidup dan berpotensi menandakan masalah yang lebih serius.

Pemeriksaan kesehatan sejak dini membantu

  • Mengetahui penyebab pasti keluhan pencernaan
  • Mencegah komplikasi jangka panjang
  • Mendapatkan penanganan yang sesuai berdasarkan kondisi individu

Medizen Clinic menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan yang komprehensif untuk membantu mendeteksi dan menangani gangguan pencernaan sejak dini.

Layanan yang tersedia meliputi

  • Konsultasi dengan dokter berpengalaman
  • Evaluasi keluhan pencernaan secara menyeluruh
  • Pemeriksaan kesehatan penunjang sesuai indikasi
  • Rekomendasi pola makan dan gaya hidup berbasis medis

Dengan pendekatan preventif dan personal, Medizen Clinic membantu pasien memahami kondisi tubuhnya sebelum masalah berkembang lebih serius.

Kesimpulan

Kisah wanita yang dilarikan ke rumah sakit karena menahan kentut selama dua tahun tidak didukung oleh bukti ilmiah dan tergolong hoaks. Namun, keluhan perut kembung dan gas berlebih tetap merupakan isu kesehatan nyata yang sering berkaitan dengan gangguan pencernaan tertentu.

Alih-alih fokus pada cerita viral, langkah yang lebih bijak adalah mengenali sinyal tubuh dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara tepat. Deteksi dini di Medizen Clinic dapat menjadi solusi untuk menjaga kesehatan pencernaan dan kualitas hidup jangka panjang.

Referensi

  1. Azpiroz, F., & Malagelada, J. R. (2001). Abdominal bloating. Gastroenterology, 120(2), 517–528.
  2. Healthline Editorial Team. (2020). Is farting healthy? Healthline.
  3. Longstreth, G. F., Thompson, W. G., Chey, W. D., Houghton, L. A., Mearin, F., & Spiller, R. C. (2006). Functional bowel disorders. Gastroenterology, 130(5), 1480–1491.
  4. Thompson, W. G. (2012). The Irritable Gut. Springer Publishing.
dr. Bryan John Junior

Graduated from Atma Jaya University, Dr. Bryan is known as a detail-oriented doctor who is dedicated fully to his patients.He consistently offers positive, lasting outcomes to her patients by recognizing their conditions and adapting treatments to their individualized needs.