Skip to main content

Kenapa Indonesia Kembali Masuk Musim Hujan dan Beberapa Wilayah Banjir?

Waspada 3 Penyakit yang Sering Datang Saat Musim Hujan & Banjir

Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang memiliki dua musim utama, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Setiap tahunnya, Indonesia kembali memasuki musim hujan, umumnya pada periode Oktober hingga Maret, yang ditandai dengan peningkatan curah hujan secara signifikan. Fenomena ini dipengaruhi oleh angin muson barat yang membawa massa udara lembap dari Samudra Hindia menuju wilayah Indonesia.

Curah hujan yang tinggi, ditambah dengan kondisi lingkungan perkotaan yang padat dan sistem drainase yang kurang optimal, menyebabkan air hujan tidak terserap dengan baik. Akibatnya, genangan air dan banjir kerap terjadi di berbagai wilayah. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Mengapa Musim Hujan Identik dengan Peningkatan Risiko Penyakit?

Lingkungan yang basah, lembap, dan sanitasi yang terganggu saat banjir menciptakan kondisi ideal bagi berkembangnya mikroorganisme penyebab penyakit. Air banjir sering kali tercemar oleh limbah, kotoran hewan, serta bakteri dan virus patogen. Selain itu, genangan air menjadi tempat berkembang biak vektor penyakit seperti nyamuk.

Menurut literatur kesehatan masyarakat, peningkatan kejadian penyakit infeksi sangat berkorelasi dengan musim hujan dan kejadian banjir, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia.

3 Penyakit yang Sering Datang Saat Musim Hujan & Banjir

1. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini berkembang biak di air bersih yang tergenang, seperti wadah air hujan, selokan, dan lingkungan sekitar rumah. Saat musim hujan, populasi nyamuk meningkat sehingga risiko penularan DBD juga meningkat.

Gejala umum DBD meliputi demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, mual, serta munculnya ruam pada kulit. Tanpa penanganan yang tepat, DBD dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

2. Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit infeksi bakteri yang ditularkan melalui kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi urin hewan, terutama tikus. Risiko penularan meningkat tajam saat banjir karena bakteri Leptospira dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil atau kulit yang terendam air.

Gejala leptospirosis sering kali tidak spesifik, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, dan mata merah, sehingga kerap disalahartikan sebagai penyakit ringan. Padahal, bila terlambat ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gangguan ginjal dan hati.

3. Penyakit Saluran Pencernaan (Diare dan Gastroenteritis)

Banjir sering mencemari sumber air bersih dan makanan. Konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit dapat menyebabkan diare akut dan gastroenteritis. Kondisi ini sangat berbahaya terutama bagi anak-anak dan lansia karena berisiko menyebabkan dehidrasi.

Gejala yang umum meliputi buang air besar cair, muntah, nyeri perut, dan lemas. Tanpa penanganan medis yang cepat, kondisi ini dapat memperburuk status kesehatan penderita.

Urgensi Pemeriksaan Kesehatan di Musim Hujan

Masalah utama dari penyakit-penyakit musim hujan adalah gejala awal yang sering dianggap sepele. Demam, lemas, atau nyeri badan kerap dianggap sebagai masuk angin atau kelelahan, sehingga pemeriksaan medis sering ditunda.

Padahal, berbagai studi menunjukkan bahwa deteksi dini dan diagnosis cepat sangat berperan dalam menurunkan risiko komplikasi dan meningkatkan angka kesembuhan. Dalam kondisi pasca banjir, pemeriksaan kesehatan menjadi langkah preventif yang krusial.

Solusi Kesehatan di Medizen Clinic

Sebagai fasilitas layanan kesehatan, Medizen Clinic menyediakan layanan yang relevan untuk menghadapi risiko penyakit di musim hujan dan banjir, antara lain:

  • Konsultasi dokter umum
  • Pemeriksaan laboratorium (darah lengkap dan pemeriksaan penunjang infeksi)
  • Diagnosis cepat dan akurat
  • Penanganan medis sesuai standar klinis
  • Edukasi pencegahan penyakit bagi pasien dan keluarga

Jangan menunggu gejala memburuk. Pemeriksaan kesehatan sejak dini adalah langkah bijak untuk melindungi diri dan orang-orang terdekat.

Kesimpulan

Musim hujan dan banjir merupakan fenomena tahunan di Indonesia yang tidak dapat dihindari. Namun, dampak kesehatannya dapat diminimalkan melalui kewaspadaan dan pemeriksaan kesehatan yang tepat waktu. Demam Berdarah Dengue, leptospirosis, dan penyakit saluran pencernaan merupakan ancaman nyata yang sering muncul dalam kondisi ini. Melalui layanan kesehatan yang komprehensif, Medizen Clinic hadir sebagai solusi untuk membantu masyarakat tetap sehat di tengah tantangan musim hujan.

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Waspada Penyakit di Musim Hujan.
  2. Centers for Disease Control and Prevention. Leptospirosis: Epidemiology and Risk Factors. Emerging Infectious Diseases Journal.
  3. World Health Organization. Dengue and Severe Dengue.
  4. European Environment Agency. Climate Change and Water-Borne Diseases.
  5. Heymann, D. L. (2015). Control of Communicable Diseases Manual. American Public Health Association.
dr. Bryan John Junior

Graduated from Atma Jaya University, Dr. Bryan is known as a detail-oriented doctor who is dedicated fully to his patients.He consistently offers positive, lasting outcomes to her patients by recognizing their conditions and adapting treatments to their individualized needs.