Skip to main content

Es Gabus: Fakta, Kandungan, Risiko Kesehatan, dan Pentingnya Cek Kesehatan di Medizen Clinic

Es gabus merupakan salah satu jajanan tradisional Indonesia yang kembali populer dalam beberapa waktu terakhir. Teksturnya yang lembut dan tampilannya yang berwarna-warni membuat es gabus digemari oleh berbagai kalangan, terutama anak-anak. Namun, muncul pula berbagai pertanyaan dan kekhawatiran mengenai bahan pembuatannya serta dampaknya bagi kesehatan tubuh. Artikel ini membahas fakta ilmiah seputar es gabus, potensi risikonya, serta urgensi melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin di Medizen Clinic.

Apa Itu Es Gabus?

Es gabus bukanlah produk yang terbuat dari spons atau bahan non-pangan. Istilah “gabus” merujuk pada tekstur es yang kenyal dan berpori setelah dibekukan. Secara tradisional, es gabus dibuat dari tepung hunkwe atau pati kacang hijau, gula, santan atau susu, air, serta pewarna makanan. Kandungan pati inilah yang menghasilkan tekstur khas menyerupai gabus ketika mengalami proses pendinginan.

Dari sisi bahan dasar, es gabus tergolong aman apabila dibuat dengan bahan pangan yang sesuai standar dan diproses secara higienis. Namun, aspek keamanan pangan tidak hanya ditentukan oleh bahan, melainkan juga oleh jumlah konsumsi dan kualitas zat tambahan yang digunakan.

Kandungan Gula dan Dampaknya bagi Kesehatan

Salah satu komponen utama dalam es gabus adalah gula. Konsumsi gula tambahan yang berlebihan telah terbukti secara ilmiah berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk obesitas, resistensi insulin, diabetes melitus tipe 2, dan penyakit kardiovaskular. Literatur kesehatan menyebutkan bahwa asupan gula berlebih secara kronis dapat mengganggu metabolisme tubuh dan meningkatkan risiko peradangan sistemik.

Pada masyarakat modern, konsumsi gula sering kali tidak disadari karena berasal dari jajanan ringan, minuman manis, dan makanan olahan. Es gabus, meskipun terlihat sederhana, tetap berkontribusi terhadap total asupan gula harian, terutama jika dikonsumsi secara rutin.

Pewarna Makanan dan Risiko Sensitivitas Tubuh

Es gabus identik dengan warna yang mencolok. Pewarna makanan sintetis yang digunakan umumnya diperbolehkan untuk pangan, namun beberapa studi menunjukkan bahwa pewarna tertentu dapat memicu reaksi alergi, gangguan pencernaan ringan, atau sensitivitas pada individu tertentu, terutama anak-anak.

Paparan zat aditif dalam jangka panjang, meskipun dalam dosis kecil, perlu menjadi perhatian. Tubuh memiliki batas toleransi, dan reaksi setiap individu terhadap zat tambahan makanan dapat berbeda-beda.

Masalah kesehatan akibat pola makan tinggi gula dan zat aditif sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Banyak individu baru menyadari adanya gangguan metabolik setelah muncul keluhan yang lebih serius. Di sinilah pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah pencegahan, bukan sekadar pengobatan.

Pemeriksaan seperti pengukuran kadar gula darah, evaluasi metabolik, dan konsultasi medis dapat membantu mendeteksi risiko sejak dini. Deteksi awal memungkinkan perubahan gaya hidup dan intervensi medis dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi penyakit kronis.

Solusi Kesehatan di Medizen Clinic

Medizen Clinic menyediakan layanan kesehatan komprehensif yang relevan dengan risiko konsumsi gula berlebih dan pola makan tidak seimbang. Layanan tersebut meliputi medical check-up, pemeriksaan gula darah, konsultasi dokter umum, serta edukasi kesehatan yang berbasis kebutuhan pasien.

Melakukan pemeriksaan kesehatan di Medizen Clinic bukan hanya respons terhadap keluhan, tetapi juga langkah preventif untuk menjaga kualitas hidup jangka panjang. Kesadaran terhadap apa yang dikonsumsi, termasuk jajanan sehari-hari seperti es gabus, perlu diimbangi dengan pemantauan kondisi kesehatan tubuh secara berkala.

Kesimpulan

Es gabus bukanlah jajanan berbahaya jika dikonsumsi secara wajar dan dibuat dengan bahan yang aman. Namun, kandungan gula dan zat aditif di dalamnya tetap perlu diperhatikan, terutama jika dikonsumsi berlebihan. Pemeriksaan kesehatan rutin menjadi langkah penting untuk memastikan tubuh tetap sehat dan terhindar dari risiko metabolik yang sering kali tidak disadari. Medizen Clinic hadir sebagai solusi untuk deteksi dini dan pengelolaan kesehatan yang lebih terarah.

Referensi

  1. Yudkin, J. (2012). Pure, White and Deadly. Penguin Books.
  2. Witek, K. et al. (2022). High sugar diet consumption, metabolism, and health effects. Nutrients, National Institutes of Health.
  3. Shi, Z., et al. (2024). Intake of added sugar and risk of all-cause mortality and cardiovascular diseases. The Journal of Nutrition.
  4. Durazzo, A., et al. (2022). Food dyes and health: A literature quantitative research analysis. Food Chemistry Advances.
dr. Bryan John Junior

Graduated from Atma Jaya University, Dr. Bryan is known as a detail-oriented doctor who is dedicated fully to his patients.He consistently offers positive, lasting outcomes to her patients by recognizing their conditions and adapting treatments to their individualized needs.