Skip to main content

Menggertakkan Gigi Saat Tidur? Waspadai Bruxism Sebelum Terlambat!

Pernahkah kamu terbangun dengan rahang pegal, sakit kepala, atau bahkan gigi yang terasa aus? Jika iya, bisa jadi kamu mengalami bruxism, yaitu kebiasaan menggertakkan atau menggesekkan gigi saat tidur. Walau terdengar sepele, kebiasaan ini bisa menimbulkan masalah kesehatan gigi dan mulut yang cukup serius jika dibiarkan.

Apa Itu Bruxism?

Bruxism adalah kondisi medis di mana seseorang secara tidak sadar menggertakkan, menggesekkan, atau mengatupkan giginya, terutama saat tidur. Kebiasaan ini bisa terjadi tanpa disadari dan umumnya baru diketahui saat mulai muncul gejala seperti:

  • Gigi terasa aus atau sensitif
  • Rahang terasa kaku atau nyeri
  • Sakit kepala, terutama di pagi hari
  • Gigi retak atau patah tanpa sebab jelas

Gangguan tidur pada pasangan (karena suara gesekan gigi)
Menurut American Dental Association, bruxism dialami oleh sekitar 10–15% orang dewasa, dan lebih sering ditemukan pada mereka yang mengalami stres tinggi atau gangguan tidur tertentu (Lavigne et al., 2008).

Apa Penyebabnya?

Bruxism bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:

  • Stres dan kecemasan
  • Sleep apnea atau gangguan tidur lainnya
  • Gigi tidak sejajar (maloklusi)
  • Efek samping obat-obatan tertentu (misalnya, antidepresan SSRI)
  • Gaya hidup seperti konsumsi kafein atau alkohol berlebihan

Apa Risikonya Jika Tidak Diobati?

Jika dibiarkan tanpa penanganan, bruxism dapat menyebabkan:

  • Kerusakan gigi permanen (retak, aus, bahkan patah)
  • Gangguan pada sendi rahang (TMJ disorder)
  • Nyeri wajah kronis
  • Gangguan kualitas tidur
  • Penurunan estetika senyum karena bentuk gigi berubah

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Penanganan bruxism umumnya tergantung penyebabnya, namun beberapa pendekatan umum meliputi:

  • Pemeriksaan dan perawatan gigi untuk memperbaiki struktur gigi atau membuat pelindung gigi malam (mouthguard)
  • Manajemen stres (meditasi, olahraga, konseling)
  • Perawatan medis jika bruxism disebabkan oleh gangguan tidur
  • Relaksasi otot rahang dengan kompres hangat

🦷 Ayo Cek Gigi di Medizen Clinic!

Jika kamu merasa mengalami gejala bruxism, segera lakukan pemeriksaan gigi sebelum kerusakan bertambah parah. Di Medizen Clinic, kamu bisa:

βœ… Konsultasi langsung dengan dokter gigi berpengalaman
βœ… Cek gigi dan rahang secara menyeluruh
βœ… Rekomendasi mouthguard khusus sesuai kebutuhan
βœ… Nyaman, cepat, dan terpercaya!

πŸ“ Kunjungi kami sekarang di:

Medizen Clinic – SCBD, Central Jakarta
πŸ“² Booking via WhatsApp | Tokopedia | Instagram

Referensi Ilmiah

  1. Lavigne, G. J., Khoury, S., Abe, S., Yamaguchi, T., & Raphael, K. (2008). Bruxism physiology and pathology: an overview for clinicians. Journal of Oral Rehabilitation, 35(7), 476–494. https://doi.org/10.1111/j.1365-2842.2008.01881.x
  2. American Dental Association. (2021). Bruxism. https://www.ada.org/resources/research/science-and-research-institute/oral-health-topics/bruxism
  3. Lobbezoo, F., Ahlberg, J., Glaros, A. G., Kato, T., Koyano, K., Lavigne, G. J., … Winocur, E. (2013). Bruxism defined and graded: an international consensus. Journal of Oral Rehabilitation, 40(1), 2–4. https://doi.org/10.1111/joor.12011
drg. Irene Kusumo

Lulus dari Universitas Trisakti, drg. Irene Kusumo memberikan perspektif inovatif dalam perawatan gigi. drg. Irene fokus pada pasien, dan berupaya menciptakan lingkungan di mana pasien dapat merasa nyaman, aman, dan tenteram. Dia sangat memperhatikan detail dan memberikan pasiennya senyuman yang layak mereka dapatkan!

Leave a Reply