Skip to main content

Apakah Sering Infus Vitamin Bisa Merusak Ginjal?

Pada orang dengan fungsi ginjal normal, infus vitamin yang diberikan sesuai dosis & diawasi dokter umumnya aman. Risiko muncul bila dosis terlalu tinggi, terlalu sering, atau pada pasien dengan gangguan ginjal—terutama untuk vitamin C dosis tinggi yang dapat meningkatkan pembentukan batu ginjal pada kelompok tertentu.

Mengapa Isu “Ginjal Rusak” Sering Muncul?

  • Vitamin larut air (mis. C, B kompleks) yang berlebih dibuang lewat urin. Namun, beban ekskresi meningkat jika dosis tinggi diberikan berulang, terutama pada pasien dengan fungsi ginjal terganggu.
  • Vitamin C dosis tinggi dapat meningkatkan oksalat urin dan dikaitkan dengan risiko batu ginjal pada pria di studi prospektif besar; bahkan ada laporan nefropati oksalat setelah paparan dosis tinggi.
  • Keamanan infus vitamin juga ditentukan oleh teknik, sterilitas, dan pemantauan: ada potensi infeksi akses vena, reaksi alergi, dan kesalahan dosis bila praktik tidak standar.

Apa Kata Penelitian?

  • Studi kohort pria menemukan suplementasi vitamin C (≈1.000 mg/hari) terkait peningkatan risiko batu ginjal; temuan ini tidak konsisten pada wanita.
  • Kasus-kasus nefropati oksalat dilaporkan pada paparan vitamin C tinggi (oral/IV), terutama pada kondisi komorbid.
  • Ulasan ilmiah tentang IV vitamin menyoroti manfaat yang belum kuat untuk populasi umum, serta risiko prosedural (infeksi, flebitis).
  • Pada CKD, suplementasi vitamin perlu disesuaikan & diawasi; tidak dianjurkan rutin tanpa indikasi.

Catatan konteks: Ada studi observasional yang tidak menemukan peningkatan batu ginjal pada penerima IV vitamin C tertentu, tetapi data berbasis laporan pasien dan bukan uji acak—sehingga tetap perlu kehati-hatian.

Jadi, Seberapa Sering Itu “Aman”?

Tidak ada frekuensi “saklek” untuk semua orang. Yang aman adalah berbasis indikasi klinis, dosis terukur, dan monitoring. Praktiknya:

  1. Skrining & konsultasi dokter (riwayat batu ginjal, CKD, G6PD deficiency, obat yang diminum).
  2. Periksa fungsi ginjal (ureum, kreatinin, eGFR) sebelum program berkala.
  3. Hindari megadosis vitamin C berulang tanpa alasan klinis jelas.
  4. Sesuaikan komposisi & interval infus dengan kebutuhan (mis. kelelahan, pemulihan) dan evaluasi respons.
  5. Pastikan standar prosedur (aseptik, pemantauan vital, informed consent).

FAQ Singkat

Q: Kalau ginjal saya normal, boleh rutin infus vitamin?
A: Boleh jika dosis, komposisi, dan frekuensi ditetapkan dokter serta dilakukan monitoring berkala. Hindari kebiasaan “megadose” hanya demi “efek instan”.

Q: Apakah vitamin C penyebab pasti batu ginjal?
A: Tidak selalu. Risiko meningkat pada pria dan pada dosis tinggi; pada wanita temuan tidak konsisten. Personalisasi sangat penting.

Q: Saya punya CKD ringan, aman?
A: Konsultasi dulu. Banyak kasus perlu penyesuaian dosis/interval atau bahkan tidak dianjurkan tanpa indikasi kuat.

Kenapa Pilih Infus Vitamin Booster di Medizen Clinic?

  • Diawasi langsung oleh dokter berpengalaman pada setiap tindakan.
  • Konsultasi GRATIS dengan dokter umum sebelum tindakan untuk menilai keamanan (termasuk fungsi ginjal dan riwayat batu).
  • Komposisi & dosis dipersonalisasi, bukan paket “satu untuk semua”.
  • Prosedur aseptik & pemantauan yang ketat mengikuti standar klinis.

💧 Rasakan energi yang lebih stabil & pemulihan lebih optimal—dengan aman.
Book Infus Vitamin Booster di Medizen Clinic hari ini.

Referensi

  1. Fontana F, et al. Oxalate Nephropathy Caused by Excessive Vitamin C Administration. Kidney Int Rep. 2020.
  2. Ferraro PM, et al. Total, Dietary, and Supplemental Vitamin C Intake and Risk of Incident Kidney Stones. Am J Kidney Dis. 2016.
  3. Davis E, et al. To IV or Not to IV: The Science Behind Intravenous Vitamin Therapy. Nutrients. 2025. (review)
  4. Fishbane S, et al. Vitamin Supplement Use in Patients With CKD: Worth the Pill Burden? Am J Kidney Dis. 2023. (review)
  5. Thomas LD, et al. Ascorbic Acid Supplements and Kidney Stone Incidence Among Men. JAMA Intern Med. 2013.
  6. Khan SR, et al. Oxalate nephropathy: a review. Clin Kidney J. 2022.
  7. Drug & Therapeutics Bulletin. Intravenous vitamin injections: where is the evidence? DTB (BMJ). 2023.
  8. CADTH. Intravenous Multivitamin Therapy Use in Hospital or Outpatient Settings: Clinical Effectiveness & Guidelines. 2020.
  9. Carr AC, et al. No Reported Renal Stones with Intravenous Vitamin C Administration. J Nutr Metab. 2018.
dr. Bryan John Junior

Graduated from Atma Jaya University, Dr. Bryan is known as a detail-oriented doctor who is dedicated fully to his patients.He consistently offers positive, lasting outcomes to her patients by recognizing their conditions and adapting treatments to their individualized needs.

Leave a Reply