Skip to main content

Apa itu Penyakit Darah Tinggi (Hipertensi)? Tren Kenaikan di Indonesia dan Angka Kematian yang Ditimbulkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan dalam pembuluh darah meningkat secara persisten, biasanya didefinisikan dengan nilai sistolik ≥140 mmHg atau diastolik ≥90 mmHg. Meski sering kali tidak menimbulkan gejala apa pun, hipertensi dapat menyebabkan kerusakan progresif pada jantung, otak, dan ginjal sehingga dikenal sebagai “silent killer”. Literature kesehatan internasional menegaskan bahwa hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, stroke, dan gagal ginjal, serta menyumbang beban kesehatan global yang semakin meningkat (Sumber: Mills et al., Nature Reviews Nephrology, 2020).

Di Indonesia, masalah hipertensi sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat bahwa prevalensi hipertensi pada orang dewasa mencapai 34,1%, menjadikannya salah satu masalah kesehatan masyarakat terbesar di tanah air. Dengan jumlah penduduk dewasa yang besar, estimasi jumlah penderita hipertensi bahkan mencapai lebih dari 60 juta orang, menunjukkan bahwa satu dari tiga orang dewasa kemungkinan hidup dengan tekanan darah tinggi. Temuan ini juga sejalan dengan berbagai publikasi penelitian lokal yang menekankan bahwa tren hipertensi terus meningkat dalam satu dekade terakhir akibat perubahan gaya hidup, pola makan tinggi garam, peningkatan obesitas, dan menurunnya aktivitas fisik.

Beban kematian yang ditimbulkan hipertensi juga sangat signifikan. Analisis berbasis data Global Burden of Disease (GBD) serta laporan penelitian nasional menyebutkan bahwa hipertensi berkontribusi terhadap lebih dari 427.000 kematian dalam periode perhitungan tertentu di Indonesia. Angka ini sebagian besar disebabkan oleh komplikasi seperti stroke dan penyakit jantung iskemik, yang merupakan dua penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Studi-studi terkait juga menegaskan bahwa sebagian besar penderita hipertensi tidak menyadari kondisi mereka sehingga tidak melakukan pemeriksaan atau pengobatan sejak dini. Ketidaksadaran ini memperbesar risiko komplikasi fatal yang seharusnya dapat dicegah melalui deteksi lebih awal (Sumber: Peltzer & Pengpid, Prevalence of Hypertension in Indonesian Adults, 2018; GBD Cardiovascular Burden Analysis).

Pentingnya deteksi dini tidak dapat dilebih-lebihkan. Hipertensi merupakan kondisi yang bisa dikendalikan bila diketahui sejak awal. Pemeriksaan tekanan darah secara berkala, disertai pemeriksaan laboratorium seperti kolesterol, glukosa darah, fungsi ginjal, dan analisis urin, dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai risiko seseorang. Intervensi sederhana seperti modifikasi pola makan, pengendalian berat badan, olahraga, dan terapi medis bila diperlukan terbukti efektif menurunkan risiko kejadian stroke maupun serangan jantung. Namun semua langkah ini baru bisa dilakukan ketika seseorang mengetahui kondisi kesehatannya melalui skrining.

Inilah alasan urgensi skrining hipertensi harus ditekankan, terutama mengingat banyaknya kasus yang tidak terdiagnosis. Untuk membantu masyarakat mengenali risiko sejak dini, Medizen Clinic menyediakan Paket Skrining & Monitoring Hipertensi yang mencakup pemeriksaan kolesterol, glukosa puasa, asam urat, ureum, kreatinin/eGFR, analisis urin lengkap, pengukuran tekanan darah, serta BMI. Paket ini dirancang berdasarkan standar evaluasi yang digunakan dalam pemeriksaan klinis hipertensi dan memberikan gambaran komprehensif terhadap faktor risiko utama. Dengan adanya promosi harga dan ketersediaan kuota yang terbatas, pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan segera. Menunda skrining berarti memperbesar peluang terjadinya komplikasi serius yang sering kali datang tanpa gejala peringatan.

Hipertensi bukan sekadar angka di alat tensi, tetapi suatu kondisi progresif yang diam-diam merusak tubuh selama bertahun-tahun. Dengan prevalensi yang tinggi, tren yang terus meningkat, serta jumlah kematian yang besar, langkah paling penting dan paling realistis adalah melakukan skrining sedini mungkin. Medizen memberikan fasilitas yang tepat, cepat, dan terstandarisasi agar Anda dapat mengambil keputusan kesehatan yang bijak sejak sekarang.

Referensi

  1. Mills KT, Stefanescu A, He J. The Global Epidemiology of Hypertension. Nature Reviews Nephrology. 2020.
  2. Peltzer K, Pengpid S. The Prevalence and Social Determinants of Hypertension among Indonesian Adults. 2018.
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018.
  4. Muharram FR, dkk. The 30 Years of Shifting in The Indonesian Cardiovascular Burden: A Global Burden of Disease Study Analysis (1990–2019).
  5. Global Burden of Disease (GBD) Study. Indonesia Cardiovascular Disease Burden Analysis.
dr. Bryan John Junior

Graduated from Atma Jaya University, Dr. Bryan is known as a detail-oriented doctor who is dedicated fully to his patients.He consistently offers positive, lasting outcomes to her patients by recognizing their conditions and adapting treatments to their individualized needs.