
Sebagai orang tua, Anda ingin memberikan yang terbaik untuk si Kecil. Namun di tengah kesibukan sehari-hari, ada satu hal yang kerap terlupa: jadwal vaksin anak yang sering terlewat. Entah karena lupa, anak sedang sakit saat jadwal tiba, atau sekadar kebingungan dengan jadwal yang begitu banyak — momen vaksin yang terlewat bisa membuat orang tua merasa khawatir dan bersalah.
Kabar baiknya: ini bisa diperbaiki. Dan Medizen hadir untuk memastikan anak Anda mendapatkan perlindungan yang semestinya — dengan pendekatan yang personal, profesional, dan tanpa drama.
Mengapa Jadwal Vaksin Anak Bisa Terlewat?
Keterlambatan imunisasi bisa terjadi karena berbagai alasan yang sangat manusiawi. Kekhawatiran orang tua membawa anak ke fasilitas kesehatan saat pandemi, anak yang sedang demam saat jadwal tiba, kesibukan kerja yang padat, hingga kebingungan mengikuti jadwal yang cukup kompleks — semuanya adalah alasan nyata yang dialami jutaan orang tua Indonesia.
Namun dampaknya tidak bisa diabaikan. Berdasarkan data Kemenkes RI, sebanyak 1,3 juta anak Indonesia tercatat tidak menerima imunisasi dasar secara lengkap pada periode 2019–2023. Ini bukan angka kecil — ini adalah jutaan anak yang rentan terhadap penyakit yang seharusnya bisa dicegah.
Vaksin Anak yang Paling Sering Terlewat
Berdasarkan panduan terbaru dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan Kemenkes RI 2025–2026, berikut adalah vaksin-vaksin yang paling sering terlewat oleh orang tua:
1. Vaksin MR/MMR — Booster Usia 18 Bulan
Imunisasi campak pertama diberikan di usia 9 bulan, namun booster pertama di usia 18 bulan adalah dosis yang paling sering terlewat. Dosis pertama saja belum memberikan kekebalan sempurna pada semua anak. Seiring waktu, kadar antibodi dalam tubuh dapat menurun — itulah mengapa booster sangat penting.
Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) melindungi anak dari tiga penyakit sekaligus: campak, gondongan, dan rubella. Ketiganya berpotensi menimbulkan komplikasi serius — pneumonia, radang otak (ensefalitis), bahkan dampak fatal pada janin jika rubella menulari ibu hamil. Dua dosis MMR terbukti secara klinis memberikan perlindungan hingga lebih dari 95%.
2. Vaksin DPT — Booster Usia 18 Bulan dan 5 Tahun
Banyak orang tua yang rajin memberikan DPT dosis dasar di usia 2, 3, dan 4 bulan, namun lupa dengan dosis booster usia 18 bulan dan booster kedua saat anak masuk usia sekolah (5–6 tahun). Padahal kekebalan tubuh terhadap difteri, pertusis, dan tetanus memerlukan pengulangan agar tetap optimal.
3. Vaksin Hib (Haemophilus influenzae tipe b)
Vaksin Hib melindungi dari meningitis bakteri dan pneumonia pada anak. Dosis booster di usia 15–18 bulan adalah yang paling sering terlewat dari rangkaian ini.
4. Vaksin MR/MMR Booster Kedua — Usia 5–7 Tahun
Booster kedua campak diberikan saat anak berusia 5–7 tahun, bertepatan dengan masuk kelas 1 SD. Ini penting karena interaksi sosial di sekolah meningkatkan risiko penularan secara signifikan. Banyak orang tua yang tidak menyadari adanya booster tahap kedua ini.
5. Vaksin HPV — Program BIAS Kelas 5 dan 6 SD
Untuk anak perempuan, vaksin HPV diberikan melalui program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) di kelas 5 SD. Keterlambatan atau ketidakhadiran saat jadwal BIAS membuat vaksin ini sering terlewat — padahal perlindungannya dimulai justru sebelum masa remaja.
Cara Mengejar Vaksin Anak yang Terlewat
Jika jadwal vaksin anak ada yang terlewat, jangan panik dan jangan tunda lebih lama. Ada prinsip medis yang berlaku di sini:
“Vaksin yang terlewat tidak perlu diulang dari awal — cukup dilanjutkan.” |
Konsep ini disebut catch-up immunization atau imunisasi kejar. Dokter spesialis anak dr. Attila Dewanti, Sp.A dalam Ivaxcon 2026 (Pekan Imunisasi Dunia) menegaskan bahwa imunisasi yang terlewat sangat bisa dikejar. Vaksin bahkan dapat diberikan bersamaan di sisi kiri dan kanan selama dilakukan di bawah pengawasan dokter.
Langkah-langkah mengejar vaksin yang terlewat:
- Kumpulkan riwayat vaksinasi anak. Cari buku KIA atau catatan imunisasi. Ini menjadi titik awal dokter untuk mengevaluasi apa yang sudah dan belum diterima anak.
- Konsultasikan ke dokter anak. Dokter akan mengevaluasi kondisi kesehatan anak saat ini dan menyusun jadwal kejar yang paling tepat dan aman.
- Berikan vaksin ganda jika diperlukan. Pemberian lebih dari satu vaksin dalam satu kunjungan sangat aman secara medis dan direkomendasikan oleh IDAI.
- Buat sistem pengingat. Gunakan buku KIA, aplikasi, atau minta tim klinik untuk mengirimkan reminder berkala.
Medizen: Partner Kesehatan Personal Anak Anda
Di sinilah Medizen tampil berbeda. Kami bukan sekadar tempat suntik vaksin. Kami adalah partner kesehatan jangka panjang untuk anak dan keluarga Anda.
- Layanan Vaksinasi Anak yang Benar-Benar Personal
Setiap anak memiliki kondisi dan riwayat yang berbeda. Di Medizen, dokter kami tidak hanya menyuntikkan vaksin — kami meluangkan waktu untuk menelaah riwayat imunisasi anak secara menyeluruh, mengevaluasi kondisi kesehatan terkini, dan menyusun jadwal vaksinasi kejar yang optimal. Tidak ada sistem antrean yang panjang.
- Rekam Medis Digital Terpadu
Semua data imunisasi anak tersimpan dalam rekam medis digital Medizen yang terpadu. Artinya, setiap dokter yang menangani anak Anda — baik dokter umum maupun dokter gigi — mengakses satu profil kesehatan yang sama. Tidak ada informasi yang hilang atau terputus.
- Layanan Home Visit untuk Kenyamanan Anak
Anak yang takut klinik? Kami mengerti. Medizen menyediakan layanan dokter ke rumah untuk vaksinasi, sehingga anak dapat divaksin di lingkungan yang familiar dan nyaman. Orang tua juga tidak perlu meluangkan waktu khusus untuk perjalanan ke klinik.
- Satu Tempat, Layanan Lengkap
Medizen mengintegrasikan empat layanan utama: dokter umum & vaksinasi, laboratorium & medical check-up, dokter gigi, dan home service. Jika dokter merekomendasikan pemeriksaan laboratorium penunjang sebelum vaksinasi kejar, semuanya bisa diselesaikan dalam satu kunjungan.
FAQ: Jadwal Vaksin Anak yang Sering Terlewat
- Apakah vaksin anak yang terlewat masih bisa dikejar? Ya, bisa. Prinsip catch-up immunization memungkinkan orang tua mengejar vaksin yang terlewat kapan saja, tanpa harus mengulang dari awal. Yang terpenting adalah konsultasi dengan dokter anak untuk menyusun jadwal kejar yang tepat dan aman.
- Apakah aman memberikan dua vaksin sekaligus untuk mengejar ketertinggalan? Sangat aman dan direkomendasikan secara medis oleh IDAI. Pemberian vaksin ganda tidak akan membebani sistem imun anak, justru mempercepat perlindungan dan mengurangi jumlah kunjungan ke klinik.
- Vaksin apa yang paling sering terlewat pada anak usia 1–2 tahun? Booster MR/MMR dan booster DPT di usia 18 bulan adalah yang paling sering terlewat. Keduanya sangat penting untuk memperkuat kekebalan yang terbentuk dari imunisasi dasar.
- Di mana bisa melakukan vaksinasi kejar untuk anak di Jakarta Selatan? Medizen menyediakan layanan vaksinasi anak lengkap termasuk imunisasi kejar di klinik kami di Jakarta Selatan, lengkap dengan konsultasi dokter dan rekam medis digital. Hubungi kami melalui WhatsApp untuk konsultasi jadwal.
- Berapa usia maksimal untuk catch-up immunization? Tidak ada batas usia mutlak untuk mengejar vaksin yang terlewat. IDAI memiliki panduan catch-up untuk setiap vaksin berdasarkan usia anak. Konsultasikan langsung dengan dokter anak untuk rekomendasi yang sesuai.
Jangan Tunda Lagi — Jadwal Kejar Vaksin Anak Dimulai Hari Ini
Setiap hari yang berlalu tanpa perlindungan vaksin adalah hari yang tidak perlu. Jadwal vaksin anak yang sering terlewat bisa diselesaikan dengan satu langkah kecil: hubungi Medizen.
Kami siap menjadi partner kesehatan personal Anda — mendampingi tumbuh kembang si Kecil dengan layanan yang disesuaikan, bukan layanan standar yang satu ukuran untuk semua.




