Skip to main content

Ucapan Bela Sungkawa, Tips Kesehatan Saat Banjir #PrayForSumatera, dan Harapan Menjelang Desember

Banjir yang terjadi di Sumatera membawa duka mendalam bagi banyak keluarga. Dalam situasi ini, ucapan belasungkawa bukan hanya bentuk empati, tetapi juga pengingat bahwa solidaritas sangat berarti di tengah bencana. Kami turut berduka atas kejadian ini dan berharap seluruh warga yang terdampak diberi kekuatan dan perlindungan. Dampak banjir tidak hanya merusak rumah dan lingkungan, tetapi juga meningkatkan risiko kesehatan seperti infeksi kulit, diare, penyakit saluran pernapasan, hingga leptospirosis, sebagaimana dijelaskan dalam panduan WHO dan CDC mengenai dampak kesehatan pasca-banjir. Kondisi air yang terkontaminasi, kurangnya sanitasi, serta tingginya potensi luka terbuka menjadikan masyarakat lebih rentan terhadap penyakit menular.

Dalam keadaan darurat seperti ini, menjaga kesehatan menjadi prioritas yang tidak boleh ditunda. Paparan air banjir yang kotor dapat menyebabkan infeksi serius, sementara konsumsi air tidak layak dapat memicu penyakit gastrointestinal. Studi literatur juga menunjukkan peningkatan kejadian leptospirosis setelah banjir, terutama akibat kontak kulit dengan air yang tercemar urin hewan. Karena itu, masyarakat perlu lebih waspada dan melakukan tindakan pencegahan sederhana namun efektif untuk melindungi kesehatan diri sendiri maupun keluarga. Informasi ini menjadi sangat penting, mengingat situasi darurat sering membuat akses kesehatan terbatas dan risiko penyakit meningkat dengan cepat.

Tips menjaga kesehatan saat banjir:

  • Hindari kontak langsung dengan air banjir sebisa mungkin; gunakan alas kaki tertutup untuk mencegah infeksi kulit dan risiko leptospirosis.
  • Konsumsi hanya air bersih yang sudah dimasak atau air kemasan untuk mencegah diare serta infeksi saluran cerna.
  • Jaga makanan tetap higienis dan buang makanan yang terkena banjir.
  • Bersihkan luka sekecil apa pun, tutup dengan perban bersih, dan periksakan bila luka terpapar air banjir.
  • Segera cari pertolongan medis jika mengalami demam, nyeri otot, mual, mata memerah, atau gejala lain setelah terpapar banjir, karena bisa menandakan infeksi serius termasuk leptospirosis.

Di tengah ketidakpastian, penting tetap ingat bahwa bantuan medis harus dicari sesegera mungkin ketika muncul gejala atau kondisi yang mencurigakan. Jika Anda atau keluarga mengalami luka terkontaminasi, demam setelah terpapar banjir, atau tanda-tanda infeksi, segera lakukan pemeriksaan kesehatan. Medizen Clinic siap membantu memberikan layanan seperti perawatan luka, pemeriksaan infeksi, imunisasi tetanus, hingga dukungan kesehatan mental bagi penyintas yang merasakan stres berat setelah bencana. Dalam situasi banjir, kecepatan mendapatkan pertolongan medis sangat menentukan hasil pemulihan, sehingga jangan menunda pemeriksaan meski gejalanya tampak ringan.

Menjelang bulan Desember dan pergantian tahun, harapan besar selalu hadir bagi pemulihan, ketenangan, dan kesehatan yang lebih baik. Semoga bulan ini menjadi awal yang baru bagi masyarakat Sumatera—pemulihan fisik, mental, dan lingkungan dapat berjalan lebih cepat, serta seluruh warga kembali mendapatkan rasa aman. Solidaritas, kewaspadaan, dan kepedulian satu sama lain akan menjadi kekuatan utama untuk bangkit dari bencana.

Referensi Literatur

  1. World Health Organization (WHO). Public Health Advice in the Aftermath of Flooding. WHO Europe, 2023.
  2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Floodwater Safety & Leptospirosis Prevention Guidelines, 2024.
  3. Acosta-España, JD., et al. Infectious Disease Outbreaks in the Wake of Natural Flood Events: A Review. 2024.
  4. Poulakida, I., et al. Leptospirosis Incidence Post-Flooding Following Storm Events. MDPI, 2024.
  5. World Health Organization. Guidelines for Drinking-Water Quality, WHO, 2011–updated editions.
  6. Inter-Agency Standing Committee (IASC) & WHO. Mental Health and Psychosocial Support in Emergency Settings, 2007–2024.