Apa Itu Erosi Gigi?
Erosi gigi adalah kondisi ketika lapisan email gigi terkikis akibat paparan zat asam dari makanan, minuman, atau faktor lain di luar aktivitas bakteri. Berbeda dengan gigi berlubang (karies) yang disebabkan oleh infeksi bakteri, erosi gigi murni terjadi karena kontak langsung asam dengan permukaan gigi (Lussi & Jaeggi, 2008).
Email gigi yang terkikis tidak bisa tumbuh kembali, sehingga bila dibiarkan dapat menyebabkan gigi menjadi lebih sensitif, rapuh, dan berisiko mengalami kerusakan permanen.
Penyebab Erosi Gigi
Beberapa faktor utama yang dapat menyebabkan erosi gigi antara lain:
- Konsumsi makanan dan minuman asam
Misalnya soda, minuman berenergi, kopi, jus jeruk, atau makanan tinggi asam lainnya.
- Kebiasaan buruk
Seperti sering mengemut permen asam, atau menggosok gigi terlalu keras setelah minum minuman asam.
- Masalah kesehatan
Refluks asam lambung (GERD) atau muntah berulang (misalnya pada bulimia) dapat meningkatkan risiko erosi gigi (Zero, 1996).
Gejala Erosi Gigi
Beberapa tanda yang bisa menjadi indikasi erosi gigi adalah:
- Gigi terasa lebih sensitif terutama saat minum dingin, panas, atau asam.
- Perubahan warna gigi, terlihat lebih kuning karena dentin mulai terekspos.
- Permukaan gigi menjadi licin dan tipis.
- Bila parah, gigi bisa retak atau mudah patah.
Cara Mencegah Erosi Gigi
✔️ Batasi konsumsi makanan/minuman tinggi asam.
✔️ Gunakan sedotan saat minum soda atau jus untuk mengurangi kontak langsung dengan gigi.
✔️ Jangan langsung menggosok gigi setelah minum minuman asam, tunggu minimal 30 menit.
✔️ Rutin cek gigi ke dokter untuk deteksi dini dan perawatan.
Mengapa Periksa ke Dokter Gigi Itu Penting?
Erosi gigi sering kali tidak menimbulkan rasa sakit di awal, sehingga banyak orang tidak menyadarinya sampai kondisinya sudah parah. Pemeriksaan rutin ke dokter gigi sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan menjaga kesehatan mulut jangka panjang (Bartlett, 2016).
👉 Medizen Clinic siap membantu kamu dengan layanan perawatan gigi lengkap. Jangan tunggu sampai gigi rusak, jadwalkan pemeriksaan gigi rutin sekarang juga!
Kesimpulan
Erosi gigi adalah masalah yang sering tidak disadari, namun dampaknya serius bagi kesehatan gigi. Dengan mengenali penyebab, gejala, dan cara pencegahannya, kamu bisa menjaga senyum tetap sehat dan percaya diri.
Referensi
- Bartlett, D. (2016). A new look at erosive tooth wear in 2016. Journal of Dentistry, 54, 1-4. https://doi.org/10.1016/j.jdent.2016.09.002
- Lussi, A., & Jaeggi, T. (2008). Erosion—diagnosis and risk factors. Clinical Oral Investigations, 12(Suppl 1), S5–S13. https://doi.org/10.1007/s00784-007-0179-0
- Zero, D. T. (1996). Etiology of dental erosion—extrinsic factors. European Journal of Oral Sciences, 104(2), 162–177. https://doi.org/10.1111/j.1600-0722.1996.tb00065.x