Skip to main content

Kapan Terakhir Kamu Scaling? Jangan Sampai Karang Gigi Jadi Bom Waktu!

Scaling gigi sering dianggap remeh. Padahal, prosedur ini bukan sekadar soal estetika—tapi juga soal kesehatan mulut dan gusi jangka panjang. Pertanyaannya: kapan terakhir kali kamu scaling? Kalau jawabannya “nggak inget,” kamu mungkin sudah membiarkan karang gigi menumpuk terlalu lama.

Apa Itu Scaling Gigi?

Scaling adalah prosedur pembersihan plak dan karang gigi (kalkulus) yang menempel di permukaan gigi, terutama di area yang tidak terjangkau oleh sikat gigi biasa. Karang gigi adalah plak yang telah mengeras akibat pengendapan mineral dari air liur.

Tanpa perawatan rutin, karang ini bisa memicu peradangan gusi (gingivitis) hingga penyakit gusi yang lebih serius (periodontitis) yang dapat menyebabkan gigi goyang bahkan copot.

Berapa Sering Harus Scaling?

Menurut rekomendasi dari American Dental Association (ADA), scaling sebaiknya dilakukan setiap enam bulan sekali, atau sesuai dengan kebutuhan pasien berdasarkan evaluasi dokter gigi.

Penelitian juga mendukung pentingnya scaling rutin. Studi dari Journal of Dental Research menyebutkan bahwa perawatan periodontal non-bedah seperti scaling efektif mencegah perkembangan penyakit gusi dan memperbaiki kesehatan rongga mulut secara keseluruhan (Kassebaum et al., 2017).

Bahaya Menunda Scaling Gigi

Menunda scaling terlalu lama bisa menimbulkan beberapa dampak negatif, seperti:

  • Radang gusi (gingivitis): Gusi mudah berdarah saat menyikat gigi.
  • Bau mulut kronis: Karena bakteri berkembang di karang gigi.
  • Gigi goyang atau copot: Akibat infeksi gusi kronis yang merusak jaringan penyangga gigi.
  • Risiko penyakit sistemik meningkat: Beberapa literatur menyebutkan adanya hubungan antara penyakit periodontal dan risiko penyakit jantung (Tonetti & Van Dyke, 2013).

Scaling Itu Sakit Nggak, Sih?

Banyak orang takut scaling karena mengira prosesnya menyakitkan. Faktanya, scaling dilakukan dengan alat ultrasonik modern yang minim rasa sakit, bahkan tidak memerlukan bius pada kasus ringan. Prosedurnya cepat, aman, dan hasilnya langsung terasa—gigi lebih bersih dan nafas lebih segar.

Ayo Kontrol ke Dokter Gigi Sekarang!

Gigi adalah investasi jangka panjang. Jangan tunggu sampai sakit baru ke dokter. Jadwalkan pemeriksaan rutin dan scaling gigi di Medizen Clinic sekarang juga! Di Medizen, kamu akan ditangani oleh dokter gigi profesional dengan pelayanan nyaman, ramah, dan fasilitas modern.

📍 Medizen Clinic – Solusi Kesehatan Gigimu yang Praktis & Nyaman

Referensi:

  1. American Dental Association. (2021). ADA Guidelines for Oral Prophylaxis
  2. Kassebaum, N. J., Bernabé, E., Dahiya, M., Bhandari, B., Murray, C. J. L., & Marcenes, W. (2017). Global burden of severe periodontitis in 1990–2010. Journal of Dental Research, 93(11), 1045–1053.
  3. Tonetti, M. S., & Van Dyke, T. E. (2013). Periodontitis and atherosclerotic cardiovascular disease: consensus report of the joint EFP/AAP workshop. Journal of Clinical Periodontology, 40(Suppl. 14), S24–S29.
drg. Irene Kusumo

Lulus dari Universitas Trisakti, drg. Irene Kusumo memberikan perspektif inovatif dalam perawatan gigi. drg. Irene fokus pada pasien, dan berupaya menciptakan lingkungan di mana pasien dapat merasa nyaman, aman, dan tenteram. Dia sangat memperhatikan detail dan memberikan pasiennya senyuman yang layak mereka dapatkan!

Leave a Reply