Lindungi diri sebelum berangkat ke Tanah Suci!
Melaksanakan ibadah Umroh atau Haji untuk pertama kali adalah momen yang sangat dinanti oleh banyak umat Muslim di Indonesia. Namun, di balik keindahan spiritualnya, ada tantangan kesehatan yang sering kali tak disadari. Perubahan cuaca ekstrem, kelelahan fisik, dan paparan dari jutaan jemaah dari berbagai negara bisa membuat tubuh rentan terserang penyakit.
Berikut 3 penyakit yang sering dialami oleh orang Indonesia ketika baru pertama kali melaksanakan ibadah Umroh atau Haji, lengkap dengan tips pencegahannya!
1. Meningitis Meningokokus
Penyakit ini menjadi wajib diwaspadai, karena Arab Saudi mewajibkan semua calon jemaah haji dan umroh untuk mendapatkan vaksin meningitis sebelum keberangkatan. Meningitis disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria meningitidis yang menyerang selaput otak dan sumsum tulang belakang.
Gejala awal: demam tinggi, sakit kepala hebat, leher kaku, dan mual.
Penularan: droplet saat bersin, batuk, atau berbicara.
Data Kesehatan: WHO mencatat bahwa meningitis dapat menyebar cepat di tempat dengan kerumunan besar seperti ibadah haji, dan menyebabkan kematian jika tidak ditangani segera (World Health Organization, 2023).
✅ Solusi: Vaksinasi meningitis minimal 2 minggu sebelum keberangkatan.
2. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
ISPA menjadi salah satu penyakit paling umum yang dialami jemaah asal Indonesia. Udara Arab Saudi yang kering, penuh debu, ditambah kelelahan dan perubahan suhu drastis membuat daya tahan tubuh menurun.
Gejala: batuk kering, pilek, sakit tenggorokan, sesak napas.
Faktor risiko: terpapar polusi udara, kelelahan fisik, sistem imun yang menurun.
Referensi medis: Studi oleh Al-Tawfiq dan Memish (2019) menunjukkan bahwa ISPA merupakan salah satu gangguan kesehatan paling umum yang dialami oleh jemaah haji dan umrah selama musim ibadah (International Journal of Infectious Diseases, 2019).
✅ Solusi: Gunakan masker, minum air cukup, dan hindari kerumunan saat tidak diperlukan.
3. Dehidrasi dan Heat Stroke
Banyak jemaah Indonesia mengalami dehidrasi hingga kelelahan ekstrem karena belum terbiasa dengan suhu tinggi di Tanah Suci yang bisa mencapai 40–50°C. Dehidrasi yang parah dapat menyebabkan heat stroke, kondisi berbahaya yang mengancam jiwa.
Gejala: pusing, jantung berdebar, kulit kering, kejang, bahkan pingsan.
Faktor risiko: cuaca panas, aktivitas fisik berlebih, kurang asupan cairan.
Literatur: Buku “Travel Medicine” oleh Jong EC dkk. menyebutkan bahwa heat stroke merupakan salah satu risiko utama dalam perjalanan ke wilayah tropis dan padang pasir, termasuk selama musim haji (Jong EC et al., 2007).
✅ Solusi: Minum air sesering mungkin, gunakan topi lebar, dan istirahat cukup.
Lindungi Diri Sebelum Berangkat: Vaksinasi di Medizen Clinic
Jangan tunggu sampai sakit saat ibadah. Lindungi diri sejak awal dengan vaksinasi yang tepat di Medizen Clinic, pusat vaksinasi Umroh & Haji terpercaya!
💉 Vaksin Meningitis + e-ICV: Rp365.000
💉 Vaksin Polio (IPV): Rp500.000/orang
👉 Promo spesial hanya Rp250.000/orang untuk minimal 2 orang (vaksin di hari yang sama)
📍 Proses cepat, legal, dan resmi
📲 Booking sekarang juga sebelum berangkat ke Tanah Suci!
📚 Daftar Referensi:
- World Health Organization. (2023). Meningococcal Meningitis.
- Al-Tawfiq, J. A., & Memish, Z. A. (2019). “The Hajj: Updated health hazards and current recommendations for 2019.” International Journal of Infectious Diseases, 87, 113-120.
- Jong, E. C., & Zuckerman, J. N. (2007). Travel Medicine, 2nd Edition. Saunders Elsevier.